1 Mil Ekstra (1)

Ayat bacaan: Matius 5:41
==============
“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”

Ketika saya masih kuliah, salah seorang dosen saya kerap melakukan lebih dari tugasnya. Ia sangat bersemangat dalam mengajar, selalu terlihat senang ketika ada yang bertanya dan tidak pernah memperpendek jam kuliah. Apa yang luar biasa adalah ia selalu meluangkan waktu apabila ada muridnya yang ingin bertanya lebih jauh ketika jam mengajar sudah selesai. Keluar dari kelas, duduk di luar sambil dikelilingi murid, ia menjelaskan lebih banyak lagi bahkan untuk hal-hal yang tidak berkaitan dengan mata pelajaran. Ia memberi motivasi, berbagi pengalaman, memberi tips-tips dan sebagainya. Beberapa kali ia bahkan mau repot-repot datang khusus untuk ‘sesi istimewa’ ini padahal ia sedang tidak ada jadwal ke kampus. Dedikasinya sangat menginspirasi saya. Maka ketika saya kemudian berprofesi sebagai dosen, saya pun memilih melakukan hal yang sama. Meluangkan waktu sebanyak-banyaknya untuk murid, tidak berlaku arogan, otoriter dan sombong. Beberapa kali untuk ganti suasana saya dan beberap murid duduk di cafe, berbincang-bincang sambil menyeruput kopi. Mereka boleh menghubungi kapan saja baik lewat sms, telepon atau datang ke rumah. Tidak mudah untuk bisa melakukan ini, tetapi ada rasa bahagia yang saya rasakan, yang tidak muncul ketika saya melakukan pas atau tepat seperti apa yang menjadi tanggung jawab saya: mengajar 1 jam 40 menit, setelah itu selesai dan sampai ketemu di hari dan waktu selanjutnya. Melakukan lebih dari apa yang diminta, itu disebut dengan ekstra mile atau mil ekstra.

Dalam bisnis, extra mile merupakan sesuatu yang dipercaya bisa meningkatkan kesetiaan konsumen akan sebuah produk serta mampu mencapai tingkat kepuasan konsumen yang tinggi. Seperti apa bentuknya? Misalnya ketika anda menjual produk, anda tidak hanya berpikir bagaimana agar barang itu terjual lalu lepas tangan tetapi memberikan layanan purna jual yang bagus. Tanggap terhadap konsumen, punya customer service yang aktif 24 jam dengan memberi pelayanan ramah, Bahkan ada yang mau jauh-jauh datang ke rumah konsumen apabila ada keluhan. Ini merupakan contoh dari extra mile yang tentu saja bisa membuat produsen memiliki daya saing tinggi dibanding pesaingnya.

Tahukah anda bahwa jauh sebelum jaman ini, Yesus sudah menyarankan pengikutNya untuk melakukan extra mile? In fact, this ‘extra mile’ expression actually came from Jesus. Dalam injil Matius ayatnya bisa kita baca: “Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.” (Matius 5:41). Pada masa itu ada sebagian orang Yahudi yang bekerja sebagai pengangkat ransel tentara Romawi. Mereka membawa semua peralatan atau perlengkapan dari tentara yang mereka layani lalu mengikuti kemanapun si tentara berjalan. 1 mil Romawi itu kurang lebih setara dengan 1500 meter atau 1.5 km. Mungkin jarak 1.5 km kelihatannya tidak terlalu berat, tapi ketahuilah bahwa ransel tentara Romawi itu sama sekali tidak ringan. Beratnya bisa mencapai 50 kg, sehingga menambah perjalanan 1.5 km lagi bisa sangat melelahkan dan menyiksa. Tapi Yesus memberi pesan bahwa kita harus rela berbuat seperti itu. He said, if one ask us to go one mile, we got to make it two.

Aplikasi dari pengajaran Yesus ini bisa dilakukan dalam banyak hal. Misalnya, jika dahulu kita suka menipu orang, setelah bertobat kita bukan hanya berhenti menipu tapi melanjutkan dengan suka memberi. Kalau dulu mudah marah, membenci dan mendendam, sekarang bukan saja bisa meredam emosi tetapi tingkatkan dengan mengasihi. Kalau anda sudah memberi kecupan selamat tidur untuk istri, tingkatkan dengan memberi waktu ekstra untuk mendengarnya berbicara atau ngobrol menjelang tidur. Ini baru beberapa contoh mengenai extra mile yang saya ambil dari kehidupan orang sehari-hari. Jika mil ekstra ini anda aplikasikan dalam profesi anda, anda pun pasti akan tampil berbeda dari yang lain.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply