Renungan Adorasi: Sabtu, 10 Januari 2015

yesus 21Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30 “Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.” (Yoh 3:29) SUNGGUH  indah bahwa dalam Injil hari ini kita membaca kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus Kristus, […]

yesus 2

1Yoh. 5:14-21; Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b; Yoh. 3:22-30

“Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.” (Yoh 3:29)

SUNGGUH  indah bahwa dalam Injil hari ini kita membaca kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus Kristus, Sang Mesias. Ia menggambarkan Yesus Kristus, Sang Mesias sebagai Sang Mempelai, dan dirinya sebagai sahabat Sang Mempelai. Kita diajak bersukacita dengan kesaksian ini “seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu” (Yes 62:5).

Melalui anugerah Roh Kudus, Yohanes Pembaptis mengenali bahwa Yesus diutus Bapa dari surga sebagai Sang Mesias yang diutus Bapa untuk mengumpulkan dan mempersatukan umat-Nya dengan Diri-Nya. Ia bertindak sebagai sahabat Sang Mempelai Lelaki dalam mempersiapkan perjamuan nikah. Ia pun bersukacita sebab Sang Mempelai telah datang bagi kekasih-Nya, yakni kita umat-Nya. Kita pun diundang untuk masuk dalam perjamuan nikah Sang Mempelai.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus sebagai Sang Mempelai dan kita sebagai sahabat-sahabat Sang Mempelai. Yesus telah menyerahkan tubuh-Nya dan mencurahkan darah-Nya pada kayu salib untuk membebaskan kita dari dosa dan menyelamatkan kita dalam perjanjian baru antara Allah dan umat-Nya. Itulah Perjanjian Baru relasi dalam Perjamuan Nikah Anak Domba dan Mempelai-Nya di Yerusalem Baru (bdk Wahyu 21-22)..

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak pernah mengabaikan kasih-Mu yang telah Kau limpahkan kepada kami saat Engkau mencurahkan darah-Mu dan menyerahkan tubuh-Mu pada kayu Salib Kalvari bagi keselamatan kami dan dunia. Semoga kasih-Mu selalu bertumbuh dalam diri kami dan harapan kami dipenuhi sukacita seraya menantikan kedatangan-Mu dalam kemuliaan saat Dikau mengumpulkan umat-Mu dalam perjamuan nikah surgawi di Yerusalem Baru, selamanya.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply