Adat Batak Iringi Requiem dan Pemakaman Pastor Edward Farreijt OFMCap

Jelang misa requiem dan prosesi pemakaman di Pematang Siantar. (Ist)

ADAT Batak akan mengirimgi misa requiem dan prosesi pemakaman Pastor Edward Farreijt OFMCap yang hari ini akan berlangsung di Kompleks Seminari Menengah Christus Sacerdos di Pematang Siantar, Keuskupan Agung Medan di Provinsi Sumatera Utara.


Baca juga:  RIP Pastor Edward Farreijt OFMCap di Pematang Siantar


Demikian sambung informasi yang disampaikan oleh Sr. Bernadette Saragih FSE kepada Redaksi Sesawi.Net.


Alm. Pastor Edward Ferreijt OFMCap mengabdikan hidupnya di Tapanuli. Sepanjang hidupnya, ia lebih banyak berkecimpung di karya pendidikan calon imam di Seminari Menengah Christus Sacerdos di Pematang Siantar. /


Alm. Pater Edward Ferreijt OFMCap meninggal dunia pada usia 91 tahun pada hari Rabu tanggal 6 Desember 2016 dan selama 61 tahun di antaranya berkarya di bidang formatio pendidikan calon imam.


Misa requiem ini akan dipimpin oleh Bapak Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr. Anicetus Sinaga OFMCap dan Uskup Emeritus Mgr. Pius Datubara OFMCap.



Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , , , ,

RIP Pastor Edward Farreijt OFMCap di Pematang Siantar

RIP Pastor Edward Farreijt OFMCap, 91 tahun.

KABAR duka kali ini datang Ordo Fransiskan Kapusin di Sumatera Utara.

Dari Sr. Bernadette Saragih FSE yang aktif di kegiatan kemanusiaan pada hari Rabu menjelang siang tanggal 7 Desember 2016 ini menginformasikan kabar duka sebagai berikut.

Telah meninggal  dunia pada hari Senin subuh tanggal 5 Desember 2016: Pastor Edward Farreijt OFMCap pada usia 91 tahun.

Almarhum meninggal dunia ketika tengah merangkai umurnya genap 91 tahun.

Selama hidupnya, almarhum banyak berkecimpung di panggung dunia pendidikan calon imam di Seminari Menengah di Pematang Siantar,  Keuskupan Medan, Sumatera Utara.

Hingga berita ini kami rilis, belum ada pengumuman kapan requiem dan prosesi penguburannya.

Co-founder dan chief editor Sesawi.Net; Konsultan Media & Communication di lembaga internasional mhariyadi@sesawi.net, mathias.hariyadi@gmail.com

Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , ,

Try Everything

Ilustrasi (Ist)

AKHIR-akhir ini saya gelisah sekali.

Penyebabnya karena saya bergabung dengan komunitas penulis di Facebook. Awalnya iseng saja, ikut-ikutan sok pede masuk ke grup pengarang yang rata-rata jam terbangnya sudah tinggi dan sudah punya buku semua.

Padahal apalah saya? Punya buku saja belum. Perasaan jadi keder di tengah orang-orang hebat itu.

Alhasil saya di sana jadi silent reader saja. Saya lebih banyak kasih like ke postingan orang. Sesekali saya posting juga di grup sekedar menjajal tulisan saya layak gak, sih?

Terus berikutnya saya juga iseng nawarin diri ke penerbit untuk meresensi sebuah novel. Tak disangka tawaran saya direspon lalu saya dikirimi buku untuk dibedah. Syaratnya cuma satu: resensi itu dikirim ke media massa.

Saya, lagi-lagi, mengiyakan.

Gila, kan? Memang saya sudah yakin resensi buku saya bakal diterima di koran? Memang saya bisa nulis resensi yang baik seperti keinginan penerbit?

Saya baru satu kali ikut lomba resensi buku dan kebetulan menang. Itupun juga mungkin karena pesertanya tidak banyak maka saya menang.

Terus-terang rasa gelisah saya makin jadi. Gelisahnya begini: rasanya ada sesuatu yang menggelitik dalam batin saya yang pingin segera dikeluarkan.

You know lah. Saya tipe orang yang suka dengan tantangan dan hal baru. Dan saya kira semua orang juga begitu. Siapa,sih yang gak suka dengan sesuatu yang baru? Hal yang baru itu bisa bikin hidup kita tambah semangat.

Saya masih inget tahun 1990, saat saya lulus SMAN 1 Tangerang. Esok harinya saya langsung minta pamit sama ortu mau kuliah di Yogya. Padahal gerombolan alias genk saya di SMA semua kuliah di Jakarta.

Entah “setan” apa yang ada di pikiran saya waktu itu, hehehe…

Sambil kuliah saya diam-diam sempet ikutan kursus piano, kursus bahasa Perancis, kursus Bahasa Inggris, kursus Kitab Suci, kursus jurnalistik sampai ikutan kursus menjahit.

Kalau dulu alunan suara Shakira dengan lagu Try Everything sudah hit, mungkin sayalah orang yang pertama-tama hafal lirik lagu itu.

Lagu yang menurut saya keren banget karena mengajarkan optimisme, berani mencoba sesuatu yang baru, tidak takut gagal, terus mencoba dan bangkit jika jatuh.

Birds don’t just fly, they fall down and get up

Nobody learns without getting it wrong

I won’t give up, no I won’t give in

Till I reach the end and then I’ll start again

No I won’t leave I wanna try everything

I wanna try even though I could fail

Kembali ke grup penulis tadi,  rasanya saya tidak sabar lagi ingin mencoba debut saya di bidang tulis menulis secara serius. Bukan mau lupa diri dengan pekerjaan yang ada sekarang. Pengembangan diri itu perlu sebab saya yakin diri kita yang ada sekarang belumlah 100% berkembang maksimal. Kita bisa mencapai lebih dari apa yang ada sekarang.

Potensi, bakat dan kemampuan kita belum tereksplor secara penuh. Kapan lagi mencoba kalau bukan sekarang? Jangan tunggu nanti dan kemudian menyesali waktu yang telah berlalu.

Nah, niat sudah dipancangkan, action sudah dilakukan dan sebelah kaki sudah kadung nyemplung. Kata orang, niat tidak berarti apa-apa jika cuma keinginan dalam hati maka supaya berhasil niat harus dibarengi tindakan.

Mulai dari sekarang. Setuju?

Berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah nasional plus di Tangerang; belajar bahasa Inggris di Universitas Sanata Dharma dan studi lanjut bidang psikologi pendidikan di Jakarta.

Sumber: Sesawi.net

Tags :

Pelita Hati: Menjadi Taat

Ilustrasi (ist)

KATA Malaikat: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”  Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:37-38)Kitab Kejadian mengisahkan Hawa yang membuka jalan ketidaktaatan menuju gerbang kedosaan, sedangkan Maria membuka jalan ketaatan  menuju pintu kekudusan. Semoga kita bisa meneladan ketaatan bunda Maria agar beroleh keselamatan.

Jalan-jalan ke Papua, jangan lupa ke Raja Ampat.                                                         Jika ingin masuk surga, jangan lupa untuk setia dan taat.

Semangat pagi…

dari Papua dengan cinta

Berkah Dalem

mois

Romo Stephanus Istoto Raharjo Pr Imam diosesan Keuskupan Agung Semarang yang kini berkarya di Keuskupan Manokwari-Sorong; Pembantu Ketua III Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) St. Benediktus di Sorong, Papua Barat.

Sumber: Sesawi.net

Tags : ,

Keuskupan Atambua: 23 Anak Panti Rehabilitasi Belajar Berbelanja

Anak-anak penyandang disabilitas di Panti Rehabilitasi tengah diajak belajar berbelanja. (Romo Kris Fallo)

SEBANYAK 23 orang anak Panti Rehabilitasi Onoboi Atambua, Belu, NTT, Selasa, 06 Desember 2016, mendapat kesempatan belajar  berbelanja di Jabalmart Atambua. Mereka tidak sendirian tapi didampingi oleh suster-suster FCJM Atambua.

Sungguh merupakan satu peristiwa luar biasa, menarik dan sangat menggembirakan bagi anak-anak, betapa tidak, aktifitas seperti ini tidak pernah mereka lakukan. Datang langsung, tanpa perantara serta sendiri memilih apa yang diinginkan, atau disukai.

“Kami sangat gembira. Ternyata ada orang yang baik dengan kami. Apa yang tak mungkin kami buat, justru hari ini kami buat. Kami diberi voucher belanja Rp. 15.000 per anak, dan kami sendiri pilih apa yang kami mau,” kata salah seorang anak menjelaskan.

Sr. Ferninanda FCJM, selaku pimpinan Komunitas FCJM, mengatakan bahwa, acara ini dibuat dalam rangka memperingati St. Nikolas, yang menurut cerita, membagi hadiah untuk orang-orang yang berkekurangan. Peringatan St. Nikolas di sini berbeda, dengan apa yang terjadi di eropa. Di Eropa dirayakan secara meriah, dan momen itulah yang digunakan untuk membantu orang-orang yang berkekurangan.

atambua-pembelian-2Para suster dan petugas jaga toko. (Romo Kris Fallo)

“Acara ini Sebenarnya diselenggarakan oleh Mr. Niko, salah seorang volunteer, (tenaga sukarela) dari Belanda. Mr. Niko, mau mebagi hadiah untuk anak-anak panti rehabilitasi, yang juga bekerja sama dengan keluarga-keluarga di Atambua,” kata suster Ferdinanda.

Acara ini, berlangsung sejam namun cukup menarik perhatian para pengunjung yang ingin berbelanja di Jabalmart. Hal yang cukup menarik adalah, saat mereka turun dari bus, saat mereka harus memilih sendiri apa yang ingin dibeli dan juga saat mereka harus naik bus yang mengangkut mereka untuk pulang. Ini tentu bukan perkara yang gampang.

Seusai belanja, mereka semua beristirahat sejenak, menikmati hasil belanjaan, sambil menyapa para pengunjung hingga  batas waktu yang ditentukan, mereka akhirnya dihantar pulang ke panti rehabilitasi. Sungguh luar biasa. Semoga dengan kegiatan ini, mengetuk pintu hati sesama untuk menaruh perhatian bagi mereka yang berkekurangan dan tak berdaya.

atambua-pembelian1Para anak penyandang disabilitas tengah diajak latihan belajar berbelanja. (Rm Kris Fallo) Pastor diosesan (praja) Keuskupan Atambua; sekarang bertugas pastoral di Paroki Katedral St. Maria Immaculata Atambua, Timor, NTT.

Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , ,

Family Association: Peran Aktif Keluarga untuk Pemulihan Pasien Narkoba

Peran aktif keluarga dalam proses rehabilitasi pasien pecandu narkoba melalui program Family Association (FA).

FAMILY Association (FA) adalah perkumpulan keluarga-keluarga yang terbebani karena salah satu anggotanya menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Apabila salah satu anggota keluarga terlibat penyalahgunaan Narkoba, maka seluruh keluarga itu akan ikut merasakan dampaknya. Dampak penyalahgunaan narkoba terhadap keluarga dapat berupa fisik, psikis, sosial, maupun spiritual.

Secara fisik misalnya keluarga menderita sakit karena tidak kekerasan, instabilitas finansial, bisnis keluarga hancur, kehilangan harta benda, dsb.  Secara psikis, keluarga mengalami  perasaan terluka, marah, kecewa, dan bahkan putus asa.

Dampak sosial terlihat dalam hubungan yang tidak harmonis antar anggota keluarga, relasi terganggu, banyak ditemui kasus perceraian dan pertikaian antar anggota keluarga.  Nilai-nilai spiritual dalam keluargapun ikut hancur, keluarga kehilangan momen untuk berdoa atau beribadah bersama, tidak jarang mereka merasa marah dan tidak percaya lagi kepada Tuhan.

Pendek kata, banyak aspek dalam kehidupan keluarga menjadi rusak gara-gara narkoba.

Peran aktif keluarga dalam proses pemulihan (rehabilitasi) pasien pecandu narkoba sangat penting. Proses pendampingan keluarga ini digalakkan melalui program Family Association (FA)

Dukungan sosial

Keluarga yang terbebani itu tentunya membutuhkan suatu dukungan dan Family Association (FA) merupakan salah satu bentuk dukungan bagi keluarga tersebut. Melalui kegiatan FA ini, keluarga diharapkan dapat  memahami permasalahan dan menerima kenyataan yang dialaminya.

Perkumpulan keluarga ini juga dapat memberi dukungan satu sama lain, mereka tidak merasa sendirian, merasa senasib dan ini akan meringankan bebannya. Keluarga juga dapat mendorong resident untuk terus mengikuti program pemulihan hingga selesai. FA juga dapat memulihkan hubungan antar anggota keluarga, sehingga mereka siap menerima kembali anggotanya yang telah selesai menjalani rehabilitasi.

Keluarga juga disiapkan untuk menjadi ‘pendamping pemulihan’ yang baik bagi anggotanya.

Kasih keluarga mampu mengubah segalanya sebagaimana dipraktikkan dalam program Family Association di Yayasan Sekar Mawar untuk proses rehabilitasi pasien narkoba.

FA di Yayasan Sekar Mawar

Yayasan Sekar Mawar mengadakan kegiatan FA bagi keluarga resident yang tengah menjalani pemulihan di Panti Rehabilitasi. FA ini mengambil tema “Kasih Merubah Segalanya”.  Kegiatan FA juga melibatkan beberapa pakar seperti psikolog, psikiater, rohaniwan, motivator, dan konselor adiksi.

Materi yang diberikan dalam FA yaitu:

Perkenalan, mengenal jenis-jenis narkoba dan efeknyaPemahaman tentang adiksi, pemahaman tentang pemulihan/rehabilitasi.Testimonail dari mantan pemakai narkoba.Sharing antar keluarga, pemutaran video harapan residen kepada orangtuanya, cara berpikir secara positif, perkembangan psikologis residen, spiritualitas keluargaSerta terakhir diadakan sesi rekonsiliasi bagi keluarga.

Rekonsiliasi keluarga

Ini menjadi puncak dalam acara FA. Rekonsiliasi dilaksanakan dengan upacara membasuh kaki orangtua sebagai simbol penerimaan kembali anak kepada orangtuanya dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi.

Perayaan ekaristi sebagai penutup acara program Family Association.

Melalui rekonsiliasi, baik orangtua maupun anak,  diharapkan dapat melakukan introspeksi, saling memahami, saling mengampuni, dan saling menerima kembali.  Rekonsiliasi dapat membangun kembali keharmonisan keluarga yang hilang karena perilaku-perilaku buruk sebagai dampak pemakaian narkoba.

Orangtua sebagai pendidik iman dan kemanusiaan diharapkan dapat menjadi pendamping pemulihan (recovery  partner) yang baik bagi anggota keluarganya.  Peran aktif keluarga inilah yang diharapkan dapat membawa anak korban narkoba kembali ke jalan yang benar.

Tim pengampu progam Family Association di Yayasan Sekar Mawar, Lembang, Bandung.

Anastasia C.

Yayasan Sekar Mawar – Keuskupan Bandung

Insinyur geodesi alumnus UGM Yogyakarya dan SMA Stella Duce; kini Direktur Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung.

Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , , , , ,

Sabda Hidup: Kamis, 8 Desember 2016 HR St. Perawan Maria Dikandung tanpa Noda

warna liturgi Putih

Bacaan: Kej. 3:9-15,20; Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4; Ef. 1:3-6,11-12; Luk. 1:26-38.

Bacaan Injil: Luk. 1:26-38.

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan:

SAYA mencoba merenungkan bacaan hari ini dari sisi Maria. Maria seorang gadis muda mendapatkan pesan akan mengandung. Malaikat mengatakan bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Pesan ini sungguh berat. Konsekuensinya sungguh besar. Ia bisa mengalami aneka persoalan. Ia bisa dituduh berzinah. Kalau tuduhan itu menguat maka ia pun akan dirajam. Ada banyak pertanyaan, kekhawatiran dan ketakutan. Namun gadis Maria sungguh luar biasa. Ia menanggapi pesan itu dengan iman yang sungguh kuat, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).

Ada banyak hal berat yang mungkin kita terima. Secara tidak sadar kita pun cenderung untuk menolaknya. Kecenderungan kita adalah melakukan yang ringan-ringan saja dan menghindari yang berat. Namun sebenarnya hal yang berat diberikan pada kita umumnya bukan karena mau menjatuhkan kita, tetapi karena melihat kemampuan kita untuk menanggungnya. Kala kita menerimanya kita akan mendapatkan sesuatu yang sungguh akan membuat diri kita pun kagum. Allah akan menemani perjalanan kita. Tak ada yang tak dapat ditanggung kala bersama Allah.

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu menerima tugas berat.

Refleksi:

Apa yang akan kaulakukan kala mendapat tugas berat?

Doa:

Bapa aku percaya Engkau tidak akan membiarkan aku mengarungi jiarah kehidupan ini sendirian. Engkau selalu menguatkan langkahku. Amin.

Perutusan:

Aku akan menyambut tugas walau berat sekalipun. -nasp-

Sumber: Sesawi.net

Tags : , , , , , , ,

Jawaban “Ya!” Seperti Perawan Maria

Kamis, 8 Desember 2016

HR S.P. Maria Dikandung Tanpa Dosa

Kej 3:9-15.20; Mzm 98:1.2-3ab.3c-4; Ef 1:3-6.11-12; Luk 1:26-38

Kata malaikat Allah kepada Maria, “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Maka kata Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” 

ALLAH memilih beberapa orang untuk menggenapi misi-Nya menyelamatkan kita. Dalam Injil hari ini kita membaca panggilan Perawan Maria. Allah selalulah yang memiliki inisiatif. Allah mengutus malaikat Gabriel, utusan-Nya, untuk menyampaikan pilihan-Nya.

Sesudah mendengarkan pesan Allah, Perawan Maria memberikan jawaban terbaiknya. Ia berkata, “Sesungguhnya, aku ini hamba Tuhan. Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.” Sungguh, jawabannya yang murah hati ini menggemakan secara sempurna kemurahan hati Allah sendiri.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, sementara kita bersembah sujud di hadirat Yesus Kristus, kita belajar berkata “Ya!” seperti Perawan Maria. Sesungguhnya ini merupakan kesempatan baru bagi kita untuk meneladan contoh sempurna Maria. Ia telah mempersembahkan hidupnya dengan mengatakan “Ya!” pada segala kehendak Allah padanya.

Tuhan Yesus Kristus, berilah kami keberanian mempersembahkan hidup kami laksana selembar kertas kosong bagi-Mu sehingga Dikau dapat menuliska apa pun yang Kau kehendaki padanya. Engkau selalu memanggil kami menjadi semakin seperti Dikau setiap hari! Anugerahilah kami rahmat, motivasi, dan contoh-contoh kebaikan kepada sesama untul menjadi murah hati seperti Perawan Maria, Bunda-Mu dan Bunda kami, kini dan selamanya. Amin.

Sumber: Sesawi.net

Saying “Yes!” Like The Virgin Mary

MY daily reflection and prayer:

Thursday, December 8, 2016

Second Week of Advent

Solemnity of the Immaculate Conception of the Blessed Virgin Mary

Dear my friends,

Here is the Gospel for us today according to St. Luke 1: 26-38

The angel Gabriel was sent from God to a town of Galilee called Nazareth, to a virgin betrothed to a man named Joseph, of the house of David, and the virgin’s name was Mary. And coming to her, he said, “Hail, full of grace! The Lord is with you.” But she was greatly troubled at what was said and pondered what sort of greeting this might be. Then the angel said to her, “Do not be afraid, Mary, for you have found favor with God. Behold, you will conceive in your womb and bear a son, and you shall name him Jesus.

He will be great and will be called Son of the Most High, and the Lord God will give him the throne of David his father, and he will rule over the house of Jacob forever, and of his Kingdom there will be no end.” But Mary said to the angel, “How can this be, since I have no relations with a man?” And the angel said to her in reply, “The Holy Spirit will come upon you, and the power of the Most High will overshadow you. Therefore the child to be born will be called holy, the Son of God. And behold, Elizabeth, your relative, has also conceived a son in her old age, and this is the sixth month for her who was called barren; for nothing will be impossible for God.” Mary said, “Behold, I am the handmaid of the Lord. May it be done to me according to your word.” Then the angel departed from her.

This is the Gospel of the Lord. Praise to you Lord Jesus Christ.

***

GOD chooses some people to fulfill his mission to save us. In today’s Gospel we read the calling of the Virgin Mary. God is the one who takes the initiative. God sends his messenger, the Angel Gabriel, to the Virgin Mary to communicate his choice.

After hearing God’s messenger, the Virgin Mary gives her best answer. She says, “Behold, I am the handmaid of the Lord. May it be done to me according to your word.” In fact, her generosity answer perfectly echoes God’s.

In the Perpetual Adoration of the Eucharist, while adoring Jesus Christ we learn to say “Yes!” like the Virgin Mary. It is surely a new opportunity for us to imitate Mary’s excellent example. She has dedicated her life to saying “yes” to everything God has asked of her.

Let’s pray: Lord Jesus Christ, give us the courage to offer you our lives as a blank sheet of paper, so you can write whatever you wish upon it. You are always calling us to be more like you every day! Grant us the grace, motivation, and good examples of others to be generous like the Virgin Mary, your Mother and ours, now and forever. Amen.

Sumber: Sesawi.net

Tags : ,

Sabda Hidup: Jumat, 9 Desember 2016

Yohanes Didaci Cuauhtlatoatzin

warna liturgi Ungu

Bacaan

Yes. 48:17-19; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Mat. 11:16-19. BcO Rut 2:14-23

Bacaan Injil: Mat. 11:16-19.

16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: 17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. 18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. 19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”

Renungan:

ORANG mempunyai kecenderungan menilai jelek mereka yang tidak menjadi kelompoknya. Penilaian jelek ini makin kentara kala dikenakan kepada musuhnya. Apapun yang dilakukan lawan atau musuh adalah jelek. Sebaliknya sejahat apapun tindakan kawan dinilai benar.

Ketika Yohanes tidak makan dan tidak minum orang-orang menilai dia kerasukan setan. Ketika Yesus datang dan banyak mengadakan perjamuan mereka menilai Dia sebagai pelahap dan peminum (Mat 11:18-19). Tidak ada tindakan yang benar karena Yohanes dan Yesus dianggap sebagai lawannya. Semua yang mereka lakukan seakan-akan layak untuk dinilai salah.

Rasanya kecenderungan menilai salah lawan akan semakin memicikkan kecerdasan dan sudut pandang. Belum tentu yang dikatakan dan diperbuat lawan itu salah. Belum tentu yang dibuat kawan benar 100%. Kita mesti teliti dan objektif kala mau menilai sesuatu. Jangan gegabah untuk menilai benar atau salah supaya kita tidak kehilangan kesempatan menemukan yang sungguh-sungguh benar dan menghindari yang salah.

Kontemplasi:

Bayangkan dirimu lagi mendapatkan ceramah dari kelompokmu. Endapkan ceramah tersebut. Analisa dengan akal budi sehatmu.

Refleksi:

Bagaimana melihat kebenaran yang ada pada mereka yang di luar kelompokku?

Doa:

Tuhan, aku mohon supaya manusia lebih terbuka hidupnya. Mereka tidak hanya mengakui kebenarannya sendiri tapi terbuka akan kebenaran sesamanya. Amin.

Perutusan:

Aku akan belajar menangkap kebenaran-kebenaran yang ada di sekitarku. -nasp-

Sumber: Sesawi.net